Sunday, August 14, 2011

SelagI HayaT DikandunG BadaN


selagi hayat dikandung badan,
takkan aku biar cerca tertempek di muka bonda,
biar aku lemah selagipun tiada daya dan keringat tenaga,
walau aku jauh tiada di sisi mendamping bonda,
aku ada senjata doa sebagai perisai buatnya menahan luka,
doa aku moga kau terus tabah mengharungi liku hidup di dunia yang fana,
moga kau tak buta menilai yang mana kaca dan yang mana permata,
diampunkan dosa kita semua penginap bumi yang sementara,

jangan sesekali dilupa,
hidup ini agama paksi utama,
nafsu itu sentiasa mencuit dan mengusik iman kita,
jangan dihirau akan neraka, lupakan saja syurga yang tidak nampak di depan mata,
bisikan itu sudah banyak menjahanamkan umat manusia,
yang sufi hilang pedoman diri,
yang alim tiada malu bersifat zalim,
yang kaya tiada hendaknya menderma,
yang wali tiada segan berjudi jamu anak isteri,
itulah ceritera hidup berpaksi nafsu perosak jiwa...

duhai bonda,
kasih sayang sememangmu sungguh tiada terperi,
didiklah jiwa anak-anak agar rasa kasih tidak sepi di dalam hati,
rasa hormat dan taat teguh menatang dirimu yang satu,
andai tiada terdidik jiwa dan raga mereka,
pasti kita buntu siapa benar siapa salah dalam mengemudi bahtera keluarga,
yang wala' bisa derhaka,
yang ditatang tiada lagi mengenang,
yang disanjung tiada dek untung,
pasti ini semua mengundang hiba dan sengsara buat kita,

selagi hayat dikandung badan,
mahu kita saling mendokong untuk bahagia,
apa yang dilaku berbaliklah pada iman dan juga takwa,
renunglah ibu akan permata, tajamkan belakang parang yang sudah tua,
tiada yang lain sebagai pengasah melainkan Al-Quran dan As-sunnah,
sekian lama menjadi panduan hidup umat manusia dalam menggapai redha Allah Yang Esa...

No comments:

Post a Comment